Jumat, 30 Desember 2011
Kamis, 29 Desember 2011
Senin, 26 Desember 2011
Minggu, 25 Desember 2011
Selasa, 20 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
Minggu, 18 Desember 2011
Jumat, 16 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
Rabu, 14 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
Selasa, 06 Desember 2011
api di atas gunung
Api di atas
gunung
Karya : Esaf Malioy
Malam semakin kelam,
sepi,hening, mencekam
hati tersiksa, jiwa
merana,
hidup ini tak punya arti
Lalu nurani bicara,
ingin meraih kebebasan
Sekian lama terbuai mimpi,
kini saatnya jadi nyata
Semangat membara di dada
membakar obor perjuangan
bias cahaya kehidupan
sinari gelap negri ini
Api di atas gunung
membakar jiwa raga
untuk berontak dari
penindasan
Obor di gunung Saniri
terangi jalan cita
melangkah pasti bangun
negeri ini
Minggu, 04 Desember 2011
Jumat, 02 Desember 2011
Selasa, 29 November 2011
Minggu, 20 November 2011
Kamis, 17 November 2011
laki-laki deng hahalang
Karya : Esaf Malioy
Laki-laki dengar ayam bakuku tiga kali,
takajo bangong, dudu dipinggir tapalang
deng mata masi mamboro,
kuca-kuca akang,lalu basuh deng air
par kasi ilang manganto sisa
Laki-laki bajalang ka muka tungku,
kumpul api, taru aer panas,
lome sagu manta lalu tuang papeda,
bakar ikang, giling ulak sadiki
rau daong pisang, lalu bungkus bakal
Laki-laki loko parang, lenggang satu napas,
potong jalang, lena bantu pintu
sampe di kabong biking wango-wango par user agas
pameri kiri kanang, biking kuming baru, isi kasbi deng kaladi,
cabu taki deng parampuang malu, lalu tambong akang par pupuk
Laki-laki talang aer par bunu aos, isi poro,
ambel snang sadiki, cabu kasbi,kaladi, pete daong kasbi,
matel,paku-paku saji, punggul cili
lahia kalapa karing, letu akang pung jaga par biking kamboti
Matahari amper tapele di balakang gunung,
Laki-laki pasapua isi kasbi,kaladi, daong kasbi,matel,
paku-paku saji, cili, dalang kamboti,
potong gopasa par biking hahalang,lalu taru akang di bahu,
ator langkah satu napas, lena kapala aer,
paparipi sampe di rumah
jang sampe bakudapa galap di tengah jalang
Mar sakarang................
laki-laki deng hahalang tu su seng ada lai
antua su pigi ka tampa
yang antua rindu akang dari kacil
Sebelum pigi, antua cuma bilang
Biar beta su seng ada lai !
mar dong pung hidop ade kaka tetap baku sayang
satu susa, samua rasa susa
satu sanang, samua rasa sanang
Ambon, 17 Nopember 2011
terima kasih bapak jopi papilaja
Kau bangunkan kota ini dari tidur,
satukan dua hati yang berbeda mengejar impian,
merajut cita dalam asa yang tak bertepi
Kau taburkan benih kasih di sanubari,
hapuskan segala duka yang tersisa
Di ujung pena cinta kasih,
Kau mengukir pribadi-pribadi bermartabat,
Kau bangkitkan semangat untuk hidup
wujudkan impian jadi nyata
Terima kasih Bapak Jopi Papilaja
atas pengorbananmu bagi kota ini,
sepuluh tahun pengabdianmu penuh ketulusan
akan dikenang hingga akhir waktu,
semoga kota Ambon Manis e terus maju
Terima Kasih yang tulus dari Keluarga Besar
Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon
Goresan Pena : Esaf Malioy, Juli 2011
Sabtu, 12 November 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
kipas lenso
Kipas Lenso
Karya
: Esaf Malioy
(Ambon,
27 Agustus 2005)
Ketika senja membayang di batas
hari dan malam mulai menjemput,
sinar bulan mulai menerangi
gelapnya jagad,
tampak kemilau cahaya pasir
putih,
desir angin mendesah ke puncak
pucuk pohon sagu,
deburan ombak menghempas dan
memecah di cela batu karang.
hembusan angin barat membawa Ombak Putih
berlomba mengejar impian dan
berkhayal,
hingga berhenti pada satu ujung
pantai sepi di sudut pulau ini.
Lalu…. di atas tanah nan subur, berdiri tegar sebuah
Istana Megah
di antara dua tanjung kokoh, dari
gumpalan tanah berbatu permata
dan pada tembok paling tua itu
terukir Memori Indah
tentang sebuah Kota Idaman yang
menyimpan sejuta asa di dada para datuk
punya cita dan kerinduan luhur semoga
kota itu tetap manis dan terus maju
Itulah Ambon Kotaku….. Kota Ambon Manis e !
Di Kota ini, kugantungkan segala
asa dan cinta,
menjemput cita, menggapai hari
depan yang gemilang.
Ambonku telah merubah wajah dunia
menjadi dunia yang apakah ada
bedanya ?
Tidak ! Sekali lagi tidak ! Dunia kita cuma satu !
Satu hati, satu darah, satu jantong dan satu gandong !
Sekian lama kita berdiri di
tepian penantian,
yang semakin merasuk sanubari,
terpuruk bersama waktu yang terus
berlalu,
Wahai Anak Negeri Ambon Manis e,
Bangkitlah !
sudah saatnya Kita Bangkit ! Kini waktunya Kita Bangkit !
Kipas Lenso ! Kipas Lenso ! Kipas Lenso !
Senandungkanlah nyanyian Pela dan
Gandong,
tarikanlah tarian kebersamaan.
Dengan semangat Bersatu Manggurebe Maju,
Kita bangun Kota Ambon dari keterpurukan yang menghimpit
sukma,
Kita buat hidup ini jadi lebih
berarti, agar dalam tatapan mata sayu nan berseri,
Kita tetap tersenyum menatap Kota
Ambon Manis e
yang dulu hilang sesaat dalam
kekelaman, kembali bangkit.
Kini Ambonku yang manis telah
Bangkit !
Bangkitlah Ambonku ! Bangkitlah Ambonku ! Ambonku Bangkit !
(Ilustrasi tentang sejarah terbentuk Kota Ambon yang kemudian bangkit menggapai asa dan cita)
Lomba Cipta Puisi HUT Kota Ambon 2005
Langganan:
Komentar (Atom)






